Kontak Customer Service

10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Pak Tonton 12-02-18 Cirebon
2 Mba Nenden 09-02-18 Cirebon
3 Toto/Titin 09-02-18 Cirebon
4 H.Dase 09-02-18 Subang
5 Daslan 08-02-18 Palembang
6 Ibu Yuni 08-02-18 Jakarta
7 Ibu Nina 06-02-18 Denpasar
8 Jessica Liyun 05-02-18 Batam
9 Rahmat 05-02-18 Cirebon
10 Eddy Susanto 02-02-18 Madura
* Jumlah Terjual : 21845 Botol
 

Hipertensi Bisa Disertai Diabetes

19-Jul-2013

Jika tekanan darah sering diatas 120/90 mmgHg, otomatis risiko diabetes meningkat dua kali lipat. Ini kalau dibandingkan dengan orang yang tekanan darahnya normal. Demikian menurut penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Brigham and Woman Hospital dan Harvard Medical School selama 10 tahun.

Yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi adalah ukuran tekanan darah di atas batas normal, baik saat kita sedang santai, terlebih saat kita sedang marah atau stres dalam jangka waktu tertentu.

Diabetes meningkatkan risiko darah tinggi sebab penumpukan gula dan kolesterol menyebabkan pengerasan pembuluh darah arteri. Ujung-ujungnya darah tidak mengalir lancar, sehingga tekanannya menjadi naik. Selain menjadi pemicu darah tinggi, penyakit diabetes juga bisa menjadi penyakit "bayangan" untuk gagal jantung dan gangguan fungsi ginjal.

Segera memeriksakan diri ke dokter, manakala kita curiga tekanan darah sudah di atas normal. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat risiko diabetes. Untuk mencegah risiko penyakit berat lain seperti jantung dan ginjal, minta agar dokter melakukan tes rutin bagi penderita darah tinggi, yaitu:

- Tes urin untuk memeriksa kadar proten dalam air seni
- Tes darah untuk memeriksa apakah ginjal kita berfungsi dengan baik.
- Tes kadar kolesterol
- Tes EKG untuk memeriksa kesehatan jantung.

Perlu juga kita ketahui bahwa tekanan darah tinggi bukanlah suatu penyakit seperti flu yang bisa sembuh karena menelan obat. Tekanan darah tinggi harus diatasi dengan perubahan gaya hidup. Rutinlah berolahraga, cegah obesitas, batasi garam, dan hentikan kebiasaan merokok.

 

http://health.kompas.com/read/2009/10/17/09284888/Hipertensi.Bisa.Disertai.Diabetes

 

 

Berita / Artikel Lainnya :