10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Diana 18-05-17 Jambi
2 H.Dadang 16-05-17 Bandung
3 Titin 15-05-17 Cirebon
4 Karlinawati 15-05-17 Cirebon
5 Kadek Netri 15-05-17 Kuta
6 Franky 12-05-17 Gorontalo
7 Irwan Wijaya 12-05-17 Pekanbaru
8 Dessy 10-05-17 Cirebon
9 Dadan 09-05-17 Cirebon
10 Ibu Kantin 08-05-17 Cirebon
* Jumlah Terjual : 20951 Botol
 

Cara Atasi Disentri Secara Alami

29-Oct-2013

Cara Atasi Disentri Secara Alami
Disentri adalah  peradangan usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang terjadi berulang-ulang sehingga dapat menyebabkan penderita kehilangan banyak cairan dan darah. Hal inilah yang membuat penyakit disentri harus diwaspadai. Apalagi penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tidak hanya orang dewasa, anak-anak bahkan balita pun dapat menderitanya.

Disentri adalah gangguan umum tetapi berpotensi serius pada saluran pencernaan yang terjadi di seluruh dunia. Hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah agen menular mulai dari virus dan bakteri untuk cacing protozoa dan parasit; mungkin juga hasil dari iritasi kimia dari usus.

Disentri merupakan sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang muncul seperti diare berdarah, lendir dalam tinja, dan nyeri yang dipaksakan untuk mengeluarkan tinja. Mudahnya, diare berdarah dapat digunakan sebagai penanda kecurigaan terhadap disentri. Penyebab disentri dapat berupa infeksi bakteri (disentri basiler) atau amuba (disentri amoeba). Infeksi bakteri dapat terdiri atas Shigella, Salmonela, Campylobacter jejuni, Escherichia coli (E. Coli) sedangkan infeksi amuba disebabkan oleh   Entamoeba histolytica. Disentri berat umumnya disebabkan oleh Shigella dysentery, kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh Shigella flexneri, Salmonella dan Enteroinvasive E.coli (EIEC). Shigella dapat dikatakan sebagai penyebab tersering disentri basiler pada anak.

Kebanyakan kuman penyebab disentri basiler ditemukan di negara berkembang dengan kesehatan lingkungan yang masih kurang. Disentri amoeba tersebar hampir ke seluruh dunia terutama di negara yang sedang berkembang yang berada di daerah tropis. Hal ini dikarenakan faktor kepadatan penduduk, higiene individu, sanitasi lingkungan dan kondisi sosial ekonomi serta kultural yang menunjang.

Gejala-gejala umum disentri antara lain adalah:
  • Buang air besar dengan tinja berdarah
  • Diare encer dengan volume sedikit
  • Buang air besar dengan tinja bercampur lender (mucus)
  • Nyeri saat buang air besar (tenesmus)
Mencegah disentri :
  • Disentri tersebar karena kebersihan yang buruk. Untuk meminimalkan risiko terkena penyakit ini, jaga selalu kebiasaan hidup bersih dan sehat.
  • Cuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet atau sebelum dan sesudah makan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain/anak.
  • Bila Anda bepergian, jangan minum air setempat kecuali telah direbus selama paling sedikit 10 menit. Atau gunakan  air kemasan atau minuman bersoda dari kaleng atau botol yang masih dalam kondisi bersegel.
  • Jangan makan buah segar atau sayuran yang tidak bisa dikupas sebelum makan.
  • Jangan makan atau minum produk susu, keju atau susu yang mungkin belum dipasteurisasi.
  • Minumlah minuman kesehatan seperti Ultra Noni yang mengandung bahan alami sari buah mengkudu yang mempunyai khasiat sebagai obat antidisentri alami.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :