Kontak Customer Service

10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Yuli 20-11-17 Cilegon
2 Muhibbin 17-11-17 Semarang
3 Agung 17-11-17 Bandung
4 Eko 15-11-17 Tanggerang
5 Ida/Nugroho cell 13-11-17 Jakarta
6 Hartoyo 10-11-17 Jakarta
7 Pak Cepy 08-11-17 Jakarta
8 Nurosiah 03-11-17 Banjarmasin
9 Saifullah 03-11-17 Cirebon
10 Lilik Yuniati 03-11-17 Madiun
* Jumlah Terjual : 21555 Botol
 

Diabetes Melitus Penyebab Kematian Nomor 6 di Dunia

14-Oct-2013

Diabetes Melitus Penyebab Kematian Nomor 6 di Dunia
Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara global, regional, nasional dan lokal. Salah satu PTM yang menyita banyak perhatian adalah Diabetes Melitus (DM).

Di Indonesia DM merupakan ancaman serius bagi pembangunan kesehatan karena dapat menimbulkan kebutaan, gagal ginjal, kaki diabetes (gangrene) sehingga harus diamputasi, penyakit  jantung dan stroke.

Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60 persen penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena PTM. DM menduduki peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian. Sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat diabetes dan 4 persen meninggal sebelum usia 70 tahun. Pada Tahun 2030 diperkirakan DM menempati urutan ke-7 penyebab kematian dunia. Sedangkan untuk di Indonesia diperkirakan pada tahun 2030 akan memiliki penyandang DM (diabetisi) sebanyak 21,3 juta jiwa.

“International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa lebih dari 371 juta orang di dunia yang berumur 20-79 tahun memiliki diabetes. Sedangkan Indonesia merupakan negara urutan ke-7 dengan prevalensi diabetes tertinggi, di bawah China, India, USA, Brazil, Rusia dan Mexico”, tutur Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL) Kemenkes RI.

Selanjutnya Prof. Tjandra menyampaikan, bahwa mengingat besarnya masalah diabetes melitus tersebut, Kementerian Kesehatan RI memprioritaskan pengendalian DM diantara gangguan penyakit metabolik lainnya selain penyakit penyerta seperti hipertensi, jantung korononer dan stroke. Kementerian Kesehatan saat ini fokus pada pengendalian faktor risiko DM melaui upaya promotif dan preventif dengan tidak mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Saat ini pelayanan DM sudah dilaksanakan di Puskesmas dengan pemberian obat sesuai kemampuan daerah masing-masing, Pada penyandang DM rujuk balik dari Rumah Sakit yang merupakan peserta askes dapat diberikan obat oral maupun suntikan selama 30 hari atau sesuai rekomendasi dokter RS.

Sementara itu, salah satu kegiatan pengendalian DM yang dilakukan Kemenkes yaitu monitoring dan deteksi dini faktor risiko DM di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) PTM dan implementasi perilaku CERDIK. Posbindu PTM merupakan kegiatan peran serta masyarakat dalam pengendalian faktor risiko DM secara mandiri dan berkelanjutan. Saat ini sudah terdapat 7.225 Posbindu di seluruh Indonesia.

Selanjutnya Dirjen PP dan PL menghimbau kegiatan Posbindu PTM dapat diimplementasikan di setiap tatanan/kelompok masyarakat. “Dengan perilaku CERDIK, “Mari menuju masa muda sehat, hari tua nikmat tanpa PTM“, tambah Prof. Tjandra.

CERDIK ini mempunyai makna, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat Cukup, Kelola Stres.
 
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/444410-diabetes-melitus-penyebab-kematian-nomor-6-di-dunia
 
 

 

 

Berita / Artikel Lainnya :