10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Ibu Puspa 14-07-17 Kendari
2 Seniwati 13-07-17 Jakarta
3 Adeline 13-07-17 Bau bau
4 Saifullah 12-07-17 Banjarmasin
5 Lutfi Hamidi 11-07-17 Jakarta
6 Pak Iwan 07-07-17 Cirebon
7 Nenden Herlina 06-07-17 Cirebon
8 Irwan Wijaya 05-07-17 Pekanbaru
9 Luthfi Hamidi 04-07-17 Jakarta
10 Rusihan 03-07-17 Balikpapan
* Jumlah Terjual : 21101 Botol
 

Diabetes Tipe 2 pada Anak Lebih Cepat Memburuk

19-Jul-2013

Penyakit diabetes tipe 2 pada anak ternyata lebih agresif jika diderita anak-anak ketimbang orang dewasa. Tanda-tanda komplikasi serius juga lebih cepat muncul beberapa tahun setelah didiagnosis.

Penelitian yang dilakukan Dr.Jane Chiang dari American Diabetes Association menunjukkan hal tersebut. Hasil riset tersebut dinilai para pakar sebagai hal yang mengkhawatirkan.

"Jika perburukan penyakit pada anak-anak dengan diabetes tipe dua berlangsung cepat, kita akan melihat dampak buruk dari komplikasi diabetes pada usia yang begitu muda, misalnya penyakit ginjal atau penyakit jantung," kata Chiang.

Riset yang dilakukan Chiang tersebut merupakan studi lanjutan mengenai pilihan terapi untuk penderita diabetes melitus pada anak dan remaja. Para peneliti menggunakan data dari studi tersebut untuk mengetahui faktor yang terkait penyakit ini, misalnya komplikasi.

Penderita diabetes tipe dua memiliki kadar gula darah yang tinggi karena tubuh mereka tidak bisa menggunakan atau menghasilkan insulin, hormon yang diperlukan untuk mengubah gula menjadi energi.

Menurut American Diabetes Associatioon, kegemukan adalah faktor terbesar terjadinya diabetes tipe dua. Jumlah anak-anak yang menderita diabetes tipe dua di AS terus meningkat. Padahal, penyakit ini sebenarnya lebih banyak menyerang orang berusia di atas 40 tahun.

Penelitian yang dilakukan Chiang melibatkan 700 anak penderita diabetes tipe dua yang penyakitnya muncul saat mereka berusia 10-17 tahun. Seluruh partisipan rata-rata berbadan gemuk.

Pada awal dimulainya studi sekitar 12 persen anak menderita hipertensi. Empat tahun kemudian, 34 persen menderita hiperetnsi dan risiko tersebut paling besar dialami anak laki-laki dan bobot badan paling gemuk.

Gejala awal penyakit ginjal, yang disebut microalbuminuria, hampir meningkat tiga kali lipat empat tahun kemudian.

Selain itu, kerusakan sel beta (yang memproduksi insulin), pada anak dan remaja terjadi empat kali lipat lebih tinggi. Anak-anak yang kadar gulanya tinggi juga lebih buruk dalam merespon pengobatan oral sehingga perlu menggunakan insulin.

Dalam tiga tahun, jumlah anak yang membutuhkan obat untuk menurunkan kolesterol jahat meningkat dari 4,5 persen ke 10,7 persen. Perubahan gaya hidup juga tidak banyak berperan menurunkan kolesterol LDL, meski kadar trigliseridanya turun.

Kerusakan pada mata juga ditemukan dalam skala yang sama pada orang dewasa. Sekitar 5 tahun setelah didiagnosis 13,7 persen mengalami gangguan pada mata.

"Kondisi tersebut mengejutkan. Selama ini para dokter merasa sudah melakukan yang terbaik untuk terapi diabetes pada anak tetapi penyakitnya ternyata terus memburuk," kata Dr.Jane Lynch, salah satu peneliti.

Ia menjelaskan, hormon pubertas yang memicu resistensi insulin, mungkin berpengaruh pada terjadinya perburukan penyakit. "Kami belum diketahui apakah perburukan penyakit akan berhenti setelah melewati masa pubertas," katanya.

Karena itu para pakar menekankan pentingnya pencegahan diabetes tipe dua. "Tindakan pencegahan harus dimulai sejak kehamilan dengan cara menciptakan gaya hidup sehat dan terus dilanjutkan sampai usia sekolah," katanya.

 

 http://health.kompas.com/read/2013/05/27/10565320/Diabetes.Tipe.2.pada.Anak.Lebih.Cepat.Memburuk

 

 

Berita / Artikel Lainnya :