Kontak Customer Service

10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Adi Priambodo 14-12-17 Tangerang
2 Bu Utiyah 14-12-17 Cirebon
3 Nurhadi 13-12-17 Wonogiri
4 Utiyah 11-12-17 Cirebon
5 Toto/Titin 11-12-17 Cirebon
6 Amir Harsono 11-12-17 Bekasi
7 Toto/Titin 06-12-17 Cirebon
8 Ibu Kantin 06-12-17 Cirebon
9 Fersi 05-12-17 Cirebon
10 Leni 04-12-17 Cirebon
* Jumlah Terjual : 21653 Botol
 

Kenali Empat Tanda Sakit Jantung

09-Dec-2013

Kenali Empat Tanda Sakit Jantung
Rambut di kepala bagian atas yang menipis dan lipatan vertikal kecil di daun telinga Anda mungkin tampak seperti tanda-tanda penuaan yang tidak berbahaya. Tetapi, sebuah studi baru mengatakan tanda-tanda tersebut mungkin pertanda peningkatan risiko penyakit jantung.

Peneliti Denmark menemukan bahwa orang-orang 39 persen lebih cenderung menderita penyakit jantung dan 57 persen lebih cenderung mengalami serangan jantung, jika mereka memiliki setidaknya tiga dari empat tanda. Yakni: botak di kepala bagian atas, garis rambut yang menipis, memiliki lipatan di daun telinga, dan deposito lemak di kelopak mata yang dikenal sebagai xanthelasmata.

Mengutip FoxNews.com, para peneliti yang memaparkan temuan mereka dalam konferensi penelitian American Heart Association memperhitungkan usia dalam hasil penelitian mereka.

Oleh karena itu, studi ini menunjukkan "tampak tua di usia Anda karena memiliki tanda-tanda penuaan ini, pertanda kesehatan kardiovaskular yang buruk," kata peneliti Dr. Anne Tybjaerg-Hansen, profesor dan dokter kepala di departemen biokimia klinis di Copenhagen University Hospital.

Sementara alasan yang tepat untuk hubungan antara tanda-tanda dan risiko penyakit jantung masih belum jelas, studi ini "memvalidasi praktik klinis umum bahwa dokter memeriksa pasien dan sering melihat apakah seseorang terlihat lebih tua atau lebih muda di usianya," Tybjaerg-Hansen mengatakan.

Para peneliti menggunakan data dari Studi Jantung Kopenhagen, yang melibatkan 10. 885 orang berusia di atas 40 tahun. Selama studi yang berdurasi 35 tahun, sebanyak 3.401 peserta mengembangkan penyakit jantung dan 1.708 orang mengalami serangan jantung. Peneliti memeriksa ciri-ciri sixphysical  yang berhubungan dengan penuaan, tetapi menemukan bahwa dua tanda—uban dan kerutan--tampaknya tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah jantung.

Penelitian ini melibatkan 5.828 pria dan 5.057 perempuan. Ketika para peneliti memisahkan berdasarkan jenis kelamin, mereka menemukan bahwa rambut rontok pada perempuan tidak terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Namun, di antara 737 pria yang garis rambutnya menipis, 82 menderita serangan jantung. Artinya, risiko penyakit jantung 40 persen lebih tinggi pada pria dengan rambut rontok dibandingkan mereka yang tidak.

Penelitian sebelumnya telah melihat apakah rambut rontok dapat menjadi pertanda penyakit jantung. Namun, hasil studi masih bertentangan. Beberapa studi telah dikaitkan dengan tingkat keparahan dan jenis kebotakan dengan risiko penyakit jantung atau serangan jantung untuk berbagai tingkat, tetapi yang lain telah menemukan tidak ada koneksi. Lantaran risiko penyakit jantung dan kebotakan meningkat seiring usia, sulit bagi para peneliti untuk memisahkan kedua hal itu dalam studi.

Tybjaerg-Hansen mengatakan empat tanda yang diidentifikasi dalam studi baru ini harus menjadi perhatian petugas medis ketika merawat pasien dengan tanda-tanda tersebut. "Sarannya adalah bahwa perubahan gaya hidup dan terapi penurun lemak harus diintensifkan, karena risiko mereka lebih tinggi," kata dia.

Namun, wilayah tadi membutuhkan penelitian lebih lanjut, karena "akan menyenangkan untuk tahu mengapa [berbagai faktor] ini  dikaitkan dengan peningkatan risiko," kata dia.

Lebih jauh, Tybjaerg-Hansen mencontohkan, rambut rontok dihubungkan dengan kadar testosteron dalam darah. Sementara, studi baru, menunjukkan bahwa hormon juga berperan dalam penyakit jantung, tapi "sama sekali tidak ada data kuat, [itu] semua hanya spekulatif."

Dia melanjutkan, kelompok dalam studi baru yang mengalami peningkatan risiko penyakit jantung adalah pria berusia antara 70-79 tahun. Dalam kelompok ini, 45 persen dengan empat tanda penuaan mengembangkan penyakit jantung, dibandingkan 31 persen dari mereka yang tidak mempunyai menunjukkan satu pun tanda.

"Studi ini menggarisbawahi pentingnya melakukan pemeriksaan fisik yang baik, di samping setiap pengujian yang dilakukan untuk risiko penyakit jantung," kata Dr. Nieca Goldberg, Direktur Pusat Kesehatan Perempuan NYU Center dan Juru Bicara American Heart Association, dalam sebuah pernyataan menanggapi penelitian.

Sementara para peneliti menyesuaikan hasil mereka untuk memperhitungkan faktor risiko lain untuk penyakit jantung, Goldberg mencatat, xanthelasmata misalnya, adalah tanda kadar kolesterol tinggi, faktor risiko tradisional untuk penyakit jantung. Goldberg menyimpulkan, dari hasil penelitian panjang menarik ini, dokter "perlu terus memantau pengujian standar untuk risiko penyakit jantung, seperti mengukur kolesterol, tekanan darah, glukosa untuk diabetes."
 
Nah, jika Anda ingin terhindar dari sakit jantung lakukanlah tindakan pencegahan dengan mengkonsumsi Noni Juice.  Noni Juice terbuat dari bahan alami sari buah mengkudu yang telah terbukti berkhasiat sebagai Obat Sakit Jantung Alami.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :