Kontak Customer Service

10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Lutfi Hamidi 17-10-17 Jakarta
2 Irwan Wijaya 17-10-17 Pekanbaru
3 Titin 10-10-17 Cirebon
4 Adeline Alberta 10-10-17 Jakarta
5 Utiyah 06-10-17 Cirebon
6 Thamrin Ali 06-10-17 Gorontalo
7 Ibu Puspa 05-10-17 Kendari
8 Muhibbin 04-10-17 Semarang
9 M Cholil 03-10-17 Bantul
10 Utiyah 01-10-17 Cirebon
* Jumlah Terjual : 21418 Botol
 

Kepopuleran Obat Herbal dan Kewaspadaan Masyarakat

28-Apr-2014

Kepopuleran Obat Herbal dan Kewaspadaan Masyarakat

Obat herbal, beberapa tahun ke belakang menjadi begitu popular seiring banyaknya kasus di lembaga kesehatan yang terjadi di Indonesia. Kasus seperti  mal praktik, salah diagnosis, dan salah pemberian obat adalah tiga diantaranya. Mal praktik mengakibatkan seseorang yang sakit bukannya sembuh tapi semakin parah karena operasi yang dilakukan tidak sesuai prosedur dan malah dipermainkan. Begitu juga sama halnya ketika salah diagnosis dan salah pemberian obat, pasien yang seharusnya sembuh malah harus keluar uang lebih banyak lagi. Orang pun akhirnya jadi takut ke rumah sakit, termasuk ketika diharuskan mengambil tindakan seperti operasi. Alasannya tentu saja takut terjadi ketiga hal di atas.

Agar masyarakat mau berobat atas sakit yang dideritanya, maka perlu dicari solusi yang bisa membuat mereka yakin bahwa ketiga hal yang mereka takutkan tersebut tidak akan terjadi. Obat herbal adalah salah satu yang mampu menjadi solusi akan hal ini. Obat herbal diperkenalkan sebagai obat yang berasal dari bahan alami, penggunaannya tidak akan menimbulkan efek samping, tidak mungkin terjadi salah diagnosis karena masyarakat juga tahu nama-nama alaminya yang umum, dan tidak akan ada mal praktek karena obat herbal bahkan bisa menyembuhkan tanpa harus operasi.

Berbagai penelitian mengenai obat herbal pun mendunia. Para peneliti berlomba menemukan apa saja yang terkandung dalam satu tanaman herbal dan mencari tahu manfaatnya. Hasil penelitian ini akhirnya dipublikasikan, dan masyarakat bertambah pengetahuannya. Ketika mereka sakit, mereka tidak perlu khawatir termasuk ketika tidak bisa membayar biaya pemeriksaan dokter, karena apa yang menjadi obat untuk rasa sakitnya sudah tersedia di alam.

Tersedianya obat herbal di alam memang sangat menguntungkan masyarakat, selain mereka tidak perlu menghabiskan banyak biaya, mereka pun menjadi sembuh lebih cepat. Pengobatan secara herbal tidak mengharuskan mereka berbaring di ranjang rumah sakit, di rumah pun biasanya sudah cukup. Pengobatan di rumah akan memberikan aura positif bagi pasien yang membuatnya lebih bersemangat dalam menggapai kesembuhan. Efek samping  negatif tidak akan ditimbulkan oleh obat berbahan alami ini, beda halnya dengan pengobatan kimia yang justru efek sampingnya setelah sembuh satu penyakit malah menyebabkan penyakit lain.

Sering kali yang menjadi obat dari bahan herbal di alam merupakan sesuatu yang tadinya tidak pernah diperhatikan. Misalnya kulit manggis, daun sirsak, akar-akaran, hingga noni atau mengkudu yang selalu dipandang sebelah mata karena memiliki bau yang tidak sedap. Beberapa bahan-bahan tersebut terkadang memerlukan pengolahan ahli terlebih dahulu untuk dapat dikonsumsi. Pengolahan oleh ahli tidak menyebabkan harga obat herbal semencekik harga obat kimia yang biasa dianjurkan rumah sakit. Pengolahan obat herbal yang kebanyakan masih tradisional, sekalipun dilakukan oleh ahli mampu menjamin keamanan produk serta harga produksi yang lebih murah, jadi harganya pun masih terjangkau.

Di Indonesia sendiri, salah satu penyakit yang kini dianggap mengkhawatirkan adalah penyakit gula. Penderita penyakit gula di Indonesia setiap tahunnya pasti meningkat, seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat yang tidak sehat. Konsumsi pada makanan cepat saji ditambah lagi kurangnya keaktifan tubuh. Mengobati penyakit gula ke dokter adalah hal yang pasti dilakukan, namun obat yang diberikan belum tentu mampu menyembuhkan secara sempurna. Penyakit gula yang erat kaitannya dengan resiko komplikasi berbagai macam penyakit hanya mampu diatasi oleh medis dengan menetralkan kembali kadar gula darahnya. Hal ini menyebabkan masyarakat terkadang kecewa, mereka keluar biaya banyak namun penyakit tidak sembuh menyeluruh.

Beda halnya ketika mengobati penyakit gula ini dengan obat herbal. Obat herbal menyembuhkan secara menyeluruh hingga ke akar permasalahannya. Ditambah lagi, dalam bekerja di dalam tubuh, obat herbal hanya akan membunuh sumber penyakitnya tanpa merusak organ atau sel lain yang bagus, yang rusak pun akan diperbaikinya. Sehingga, masyarakat tidak perlu resiko komplikasi, tidak perlu juga takut akan biaya karena harga obat herbal tidak akan membobol dompet. 

Kini, obat herbal telah menjadi bagian atau gaya hidup masyarakat dunia termasuk Indonesia. Masyarakat kini lebih cerdas dan bijak ketika mereka membutuhkan pengobatan untuk penyakit yang mereka derita. Dibandingkan melakukan cara instan yang bersifat kimia dan belum mampu menjamin akan sembuh total setelahnya, ditambah resiko efek samping. Masyarakat lebih memilih bersabar melakukan pengobatan bertahap secara herbal yang dijamin tanpa efek samping dan mampu menyembuhkan secara menyeluruh.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :