10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Demon Wijaya 15-09-17 Jakarta Utara
2 Ketut Aryadhana 15-09-17 Denpasar
3 Adi Priambodo 15-09-17 Tangerang
4 Nurosiah 13-09-17 Kotabaru
5 Saifullah 13-09-17 Banjarmasin
6 Lismawati 13-09-17 Bekasi
7 Edwyn 12-09-17 Tulung agung
8 Iman Susanto 11-09-17 Maluk
9 Bu Utiyah 07-09-17 Cirebon
10 Leni 05-09-17 Cirebon
* Jumlah Terjual : 21309 Botol
 

Kosmetik Beraroma Tingkatkan Risiko Diabetes

19-Jul-2013

Apakah anda kosmetikholic? Ada baiknya anda membaca hasil dari penelitian terbaru mengenai diabetes dari jurnal Environmental Health Perspectives. Tanpa kita sadari, dalam parfum, lotion beraroma, kemasan makanan dan bahkan kulit sintetis tersembunyi jenis bahan kimia yang disebut phthalates. Kebanyakan wanita lebih cenderung untuk terpapar phthalates dibandingkan pria.

Sebuah studi baru dalam jurnal Environmental Health Perspectives meneliti apakah ada hubungan antara phthalates dan diabetes pada wanita. Para peneliti berhasil menemukan sebuah hubungan tetapi belum dapat menjelaskan bagaimana bahan kimia tersebut menyebabkan diabetes.

Para peneliti menemukan bahwa risiko mengalami diabetes dua kali lebih tinggi pada wanita dengan tingkat phthalates yang tinggi dibandingkan dengan wanita dengan tingkat phthalates yang rendah. Melihat data dengan cara yang berbeda, akan ada sekitar 40 kasus diabetes tambahan per 1.000 wanita ketika wanita dengan tingkat phthalates tinggi dibandingkan dengan wanita dengan tingkat phthalates rendah.

Apa yang menjelaskan hubungan ini? Satu ide adalah bahwa phthalates mengikat sel-sel dalam tubuh yang mengatur metabolisme glukosa darah dan perkembangan sel lemak. "Karena mereka dapat mengikat reseptor sel alami, mereka bisa mengubah fungsi normal," kata Dr James Tamarra-Todd, Direktur Epidemiologi di Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston. Perlu diketahui bahwa orang dengan diabetes mungkin memiliki tingkat phthalate lebih tinggi karena penggunaan peralatan medis dan obat-obatan tertentu, yang mengandung bahan kimia juga. Penelitian ini tidak menutup kemungkinan penjelasan itu.

Tapi para peneliti melakukan sub-studi pada wanita tanpa diabetes untuk mendapatkan penjelasan masalah ini. Wanita non-diabetes dengan tingkat pthalates tinggi cenderung memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi. "Kedua hal merupakan pencetus diabetes," kata James-Todd.

Para peneliti menganalisis data 2.350 perempuan di Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi yang secara sukarela memeriksakan diri apakah mereka menderita diabetes dan memberikan sampel urin yang diperiksa untuk menilai kadar phthalates. Studi ini menggunakan desain cross-sectional, yang berarti pertanyaan tentang tingkat phthalate dan status diabetes diambil pada titik yang sama dalam waktu yang bersamaan. Para peneliti mengharapkan penelitian di masa depan dapat mengikutkan sekelompok orang yang tidak menderita diabetes dan mengukur tingkat pthalate mereka dan kemudian melihat apakah bahan kimia tersebut terkait dengan diabetes dalam jangka panjang.

Masalahnya adalah perusahaan tidak diharuskan untuk mengungkapkan apakah ada phthalates dalam produknya atau tidak. Akan tetapi sayangnya, hampir semua hal yang berisi "aroma" memiliki bahan kimia ini, kata James Todd. Lebih banyak produk yang muncul dengan label yang mengatakan "phthalate-free," tapi kemasannya masih bisa penuh dengan zat kimia tersebut. "Tak banyak yang bisa kita lakukan sebagai konsumen," katanya. "Diharapkan, temuan ini akan memacu penelitian tambahan untuk mengungkapkan hubungan ini lebih jauh."
 

 

 

Berita / Artikel Lainnya :