10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Desyy 27-03-17 Depok
2 Ibu Kantin 24-03-17 Cirebon
3 Deddy seroja herbal 22-03-17 Bekasi
4 Dwi oko 22-03-17 Banjarmasin
5 Tiwi Latifah 21-03-17 Samarinda
6 Ida Kuswati 21-03-17 Mataram
7 Pak Yunisar 15-03-17 Banda aceh
8 Ibu Yuni 15-03-17 Jakarta
9 Tan siu ing 15-03-17 Jakarta
10 Fie Fie 14-03-17 Jakarta
* Jumlah Terjual : 20704 Botol
 

Mengenal Obat Kanker Lambung Alami

19-Feb-2014

Mengenal Obat Kanker Lambung Alami
Meski menempati peringkat kedua dalam kategori penyakit kanker saluran pencernaan, tak banyak yang tahu tentang kanker lambung –dia kalah populer dari kanker kolon (usus besar). Rata-rata pasien kanker lambung di Indonesia datang berkonsultasi saat sudah di stadium lanjut. Sebagian besar disebabkan karena kurangnya pemahaman pada penyakit ini.

Seperti jenis kanker lain, kanker lambung pun dimulai dari adanya pertumbuhan sel-sel yang abnormal. Normalnya, sel-sel tubuh akan mati saat usianya sudah tua atau mengalami kerusakan. Sel-sel yang mati ini kemudian digantikan oleh sel-sel baru agar kerja organ-organ tubuh dapat tetap berjalan dengan baik. Sayangnya, terkadang terjadi kekacauan dalam proses ini. Sel-sel baru terbentuk saat tubuh tidak dalam kondisi memerlukannya dan sel-sel yang telah tua atau rusak juga tak mati sebagaimana mestinya. Pada akhirnya, pertumbuhan sel-sel baru ini akan membentuk jaringan-jaringan yang disebut polip atau tumor.

Tumor pada lambung bisa bersifat non-kanker (benign) atau kanker (malignant). Benign biasanya dapat diangkat dan tidak tumbuh kembali. Selain itu, jenis tumor ini tak memengaruhi jaringan di sekitarnya dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Sedangkan malignant sering dianggap sebagai ancaman. Sebab, meskipun dapat diangkat, biasanya dapat tumbuh kembali. Dia dapat menyebar, memengaruhi, dan merusak jaringan serta organ di sekitarnya. Pada kanker lambung, pertumbuhan sel-sel kanker ini terjadi di perut –biasanya berawal dari inner layer atau tunika mukosa. Ini adalah lapisan terdalam dari lambung.

Sayangnya, hingga saat ini para ahli belum mengetahui penyebab sesungguhnya kanker lambung. Namun, banyak studi yang meyakini beberapa hal berikut sebagai faktor risikonya.

  • Lingkungan, kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol adalah beberapa faktor risiko yang umum.
  • Pola makan yang kurang tepat, kurang berolahraga, dan obesitas juga dapat memicu kehadiran kanker lambung. Pola makan ini berkaitan dengan apa saja yang Anda konsumsi.
  • Para ahli yakin bahwa konsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi dapat memicu kehadiran kanker lambung.
  • Mengonsumsi makanan yang melewati proses pembakaran juga diyakini sebagai faktor risiko. Ini berkaitan dengan bagian terbakar pada makanan yang bersifat karsinogenik.

Hal lain yang juga diyakini oleh para ahli merupakan faktor risiko adalah bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Namun, tingkat virulensi bakteri ini berbeda-beda pada setiap tempat. Bakteri H. pylori yang berada di Jepang cenderung lebih bersifat virulensi dibandingkan dengan H. pylori di Indonesia. Tapi, bukan berarti Anda boleh meremehkannya. Sebab, jika dibiarkan, hidup Anda bisa terancam. Bakteri H. pylori berkaitan dengan masalah higienisitas makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Kebiasaan mengonsumsi makanan jalanan –di mana tingkat higienistasnya diragukan– atau makanan yang kurang matang bisa mempertemukan Anda dengan bakteri ini.

Pada umumnya, kanker memang bersifat genetis. Begitu pula dengan kanker lambung. Artinya, jika ada anggota keluarga Anda yang pernah didiagnosa kanker lambung, maka Anda pun memiliki risiko akan mengalaminya. Tapi, pada akhirnya, hal ini juga dipengaruhi dengan faktor lingkungan,serta pola hidup. Pada dasarnya, kanker lambung lebih banyak dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun. Tapi, sayangnya pria cenderung lebih sering mengalaminya. Meski demikian, dengan mencegahnya lebih dini, Anda bisa berkelit dari cengkeramannya.

Salah satu upaya pencegahan adalah dengan mengonsumsi Ultra Noni yang terbuat dari bahan alami ekstrak buah mengkudu (Noni) yang diolah secara modern dalam bentuk minuman kesehatan. Terpenoid dalam mengkudu mencegah pembelahan sel ganas dan juga menginduksi apoptosis. Salah satu terpenoidnya, limonen, terbukti efektif untuk mengatasi kanker payudara, kanker liver, kanker paru, kanker lambung dan juga leukemia. Terpenoid yang lain, betakaroten, membantu merangsang kelenjar thymus untuk memproduksi lebih banyak sel Limfosit T yang dapat langsung menghancurkan sel kanker. Sedang asam ursolat yang juga golongan triterpenoid dapat mencegah pertumbuhan sel abnormal (kanker) sekaligus menyuruh sel abnormal yang sudah ada untuk bunuh diri (apoptosis).

 

 

Berita / Artikel Lainnya :