Kontak Customer Service

10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Yuli 20-11-17 Cilegon
2 Muhibbin 17-11-17 Semarang
3 Agung 17-11-17 Bandung
4 Eko 15-11-17 Tanggerang
5 Ida/Nugroho cell 13-11-17 Jakarta
6 Hartoyo 10-11-17 Jakarta
7 Pak Cepy 08-11-17 Jakarta
8 Nurosiah 03-11-17 Banjarmasin
9 Saifullah 03-11-17 Cirebon
10 Lilik Yuniati 03-11-17 Madiun
* Jumlah Terjual : 21555 Botol
 

Mengkudu, Alternatif Obat Diabetes Mellitus

02-Jan-2014

Ketergantungan pada obat-obatan medis membahayakan bagi penderita penyakit tertentu. Seperti halnya penyakit diabetes mellitus, jika terlalu tergantung dengan obat medis, penderita akan mengalami komplikasi serius pada ginjal (Nefropati diabetes).

Namun, ada alternatif pengobatan lain yang lebih alami dari tanaman buah mengkudu (Morinda citrifolla L) untuk mengatasi Nefropati diabetes. Hal itu diuji coba oleh promovenda Indranila Kustarini Samsura dari Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran/Kesehatan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Dosen Fakultas Kedokteran Undip ini memaparkan temuannya pada ujian disertasi terbuka, kemarin. Dia mengangkat judul ”Efek Mengkudu pada Model Tikus Sprague Dawley Nefropati Diabetes yang Diinduksi Streplozotocin (STZ)”.

”Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang penderitanya semakin meningkat terus di seluruh dunia. Nefropati diabetes merupakan salah satu komplikasi serius yang menyebabkan penyakit ginjal kronis” kata perempuan kelahiran Semarang 12 Mei 1957 itu.

Karena itu, perlu penanganan dengan menggunakan obat pilihan, tetapi obat untuk Nefropati diabetes cukup mahal dan menjadi kendala bagi penderita di tingkat sosial ekonomi rendah. Karena itu, harus ada obat alternatif dan tidak membahayakan.

”Saya mencoba mengkudu untuk mengatasi penyakit tersebut dan diujikan pada tikus. Ternyata kandungan zat bioaktif yang lengkap sangat bermanfaat untuk proses perbaikan fungsi ginjal,” ungkapnya di depan tim penguji yang diketuai Prof Dr dokter Anies MKes PKK.

Melalui hasil penelitian Doktor Ilmu Kedokteran/Kesehatan ke- 33 dan Doktor Program Pascasarjana Undip ke-368 itu,  memberikan pencerahan sekaligus solusi bagi penderita DM.

Ketua Tim Penguji sekaligus Direktur Program Pascasarjana Undip Prof Dr dokter Anies MKes PKK berharap, penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga dapat diterapkan pada manusia. ”Ke depan buah mengkudu diharapkan dapat diteliti lebih lanjut untuk mengatasi problem kesehatan di masyarakat,” tandasnya. [Suara Merdeka]

 

 

Berita / Artikel Lainnya :