10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Ibu Puspa 14-07-17 Kendari
2 Seniwati 13-07-17 Jakarta
3 Adeline 13-07-17 Bau bau
4 Saifullah 12-07-17 Banjarmasin
5 Lutfi Hamidi 11-07-17 Jakarta
6 Pak Iwan 07-07-17 Cirebon
7 Nenden Herlina 06-07-17 Cirebon
8 Irwan Wijaya 05-07-17 Pekanbaru
9 Luthfi Hamidi 04-07-17 Jakarta
10 Rusihan 03-07-17 Balikpapan
* Jumlah Terjual : 21101 Botol
 

Penderita Diabetes Akut Disarankan Tidak Puasa

19-Jul-2013

Menurut Humas Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Agasjtya Wisjnu Wardhana, meskipun penderita diabetes boleh puasa, namun ada beberapa pengecualian bagi mereka dengan tingkat diabetes yang akut, terutama penderita diabetes tingkat 1 yang harus menerima suntikan insulin secara rutin. Demikian disampaikan Wisjnu dalam simposium PAPDI di RSCM, Senin (9/7/2012). “Pasien yang mengalami sakit berat, memerlukan asupan makanan yang terjamin. Juga setelah menjalani operasi stres metabolik, karena kecenderungannya mereka selalu memiliki gula tinggi. Selain itu, berpuasa tidak diperbolehkan bagi orang dengan kondisi gula darah yang tidak teratur,” ungkapnya.

Senada dengan Wisjnu, Tri juli Edi T dari Divisi Metabolik Endokrin FKUI-RSCM mengatakan bahwa untuk pengidap diabetes tipe ringan, puasa sangat menyehatkan. "Tetapi, kalau diabetes tipe berat, tidak dianjurkan untuk berpuasa,” tegasnya.

Untuk membatasi pengidap diabetes yang ingin berpuasa, Tri membaginya menjadi 4 tipe, yaitu penderita dengan resiko sangat tinggi, resiko tinggi, resiko sedang, dan resiko ringan. "Tidak semua penderita diabetes boleh berpuasa, terutama dengan kondisi yang memiliki resiko sangat tinggi seperti kehamilan, cuci darah, gula darah sering drop, dan ketoasidosis berulang.” ujar Tri.

Kemudian ada beberapa penderita dengan resiko tinggi, seperti memiliki gangguan tinggal, atau pemakai insulin dan sulfonilurea, dan orang tua yang sakit-sakitan. Resiko sedang yaitu, pasien terkontrol pemakai sulfonilurea atau glinid, dan pasien dengan resiko ringan yang terkontrol dengan diet at metformin atau TZD.

Ketika sedang berpuasa, penderita diabetes harus waspadai gula darah terlalu rendah, (hipoglikemia), gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), darah menjadi asa (ketoasidosis), dan kekurangan cairan( dehidrasi), dan timbul bekuan di pembuluh darah (trombosis). Karena itu, Wisjnu ,mengimbau agar penderita diabetes selalu melakukan pemeriksaan gula darah guna mencegah terjadinya hal tersebut. Jelasnya, proses pengecekan darah tidak membatalkan puasa.

“Penderita harus membatalkan puasa saat gula darah mulai turun hingga 60mg/dl atau kurang. Kemudian, gula darah turun sekitar 70 mg/dl di jam-jam awal, pada pemakai insulin, sulfonilurea, atau glinid yang dipakai saat sahur. Penderita juga harus membatalkan puasa ketika gula tinggi atau mencapai 300 mg/dl,” ujar Tri.

 

http://www.gatra.com/lifehealth/sehat-1/15052-penderita-diabetes-akut-disarankan-tidak-puasa.html

 

 

Berita / Artikel Lainnya :