10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Muly / Anong 13-04-17 Kendari
2 Mba Nenden 13-04-17 Cirebon
3 Ibu Kantin 13-04-17 Cirebon
4 Kadek Netri 11-04-17 Bali
5 Diana 11-04-17 Jambi
6 Ketut Aryadhana 10-04-17 Denpasar
7 Adi Primabodo 10-04-17 Tangerang
8 Kerry Sumbadji 07-04-17 Jakarta
9 Yulianto 07-04-17 Klaten
10 Deddy 06-04-17 Bekasi
* Jumlah Terjual : 20811 Botol
 

Penyakit Diabetes atau Penyakit Gula di Indonesia

19-Jul-2013

Sebagian besar masyarakat Indonesia terkena Penyakit Diabetes, tetapi hal itu tidak terdiagnosis oleh dokter. Hal ini disebabkan kecenderungan masyarakat Indonesia yang malas memeriksakan diri ke dokter. Mereka baru datang ke dokter kalau penyakitnya sudah berat. Secara umum hal ini menimbulkan komplikasi yang serius yang seeara finansial memerlukan biaya lebih banyak untuk mengatasinya. Oleh karena ira, mencegah keberadaan Penyakit Diabetes atau mengendalikannya secara serius sangatiah penting.

Menurut data WHO (World Health Organization), Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar jumlah penderita kencing manis di dunia. Pada tahun 2000, terdapat sekitar 5,6 jura penduduk Indonesia yang mengidap Penyakit Diabetes. Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Setiap tahun pertambahannya sekitar 30%. Betapa banyaknya jumlah penderita Penyakit Diabetes di Indonesia.

Penyakit Diabetes atau Penyakit Gula

Banyak penderita Penyakit Diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit Penyakit Diabetes atau penyakit gula ini. Yang menjadi penyebab utama terjadinya hal ini adalah minimnya informasi di masyarakat tentang Penyakit Diabetes, terutama gejala-gejala dan ciri-cirinya.

Sebagian besar kasus Penyakit Diabetes tipe 2 disebabkan oleh faktor kemrunan. Namun, faktor keturunan hanya menyumbang risiko sebesar 5%. Kecendemngan yang terjadi adalah karena pemngkatan berat badan (obesitas) atau mengalami kegemukan akibat gaya hidup yang tidak teratur. Faktor gaya hidup yang tidak sehat inilah yang memicu Penyakit Diabetes.

Pada saat orang mengalami kegemukan, indeks masa tubuhnya (IMT) lebih dari 25 kg/m2. Kondisi mi menyebabkan mbuh menyimpan lemak secara berlebihan. Kelebihan lemak menyebabkan resistensi terhadap insulin. Ini menjelaskan mengapa diet dan olahraga mempakan metode penatalaksanaan untuk Penyakit Diabetes tipe 2.

Dengan menumnkan berat badan dan meningkatkan massa otot, jumlah lemak akan berkurang. Kondisi mi akan membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih baik. Selain ira, terdapat hubungan antara Penyakit Diabetes tipe 2 dengan letak mmpukan lemak terbanyak. Bila timbunan lemak terbanyak terdapat di perut maka risiko terkena kencing manis akan lebih tinggi.

Para peneliti juga percaya bahwa gen yang membawa sffat obesitas (kegemukan) ikut berperan dalam menyebabkan kencmg mares. Gen yang bernama gen obes mi mengatur berat badan melalui protein pemberi kabar apakah Anda lapar atau tidak. Pada percobaan dengan tikus, bila gen ini bermutasi maka tikus akan menjadi obes dan mengalami Penyakit Diabetes tipe 2.

Kegemukan berhubungan dengan waktu yang dihabiskan di depan TV dan komputer. Menonton TV akan menyebabkan Anda tidal( bergerak dan berpengaruh terhadap pola makan, contoh kecil mengemil.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :