Kontak Customer Service

10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Yuli 20-11-17 Cilegon
2 Muhibbin 17-11-17 Semarang
3 Agung 17-11-17 Bandung
4 Eko 15-11-17 Tanggerang
5 Ida/Nugroho cell 13-11-17 Jakarta
6 Hartoyo 10-11-17 Jakarta
7 Pak Cepy 08-11-17 Jakarta
8 Nurosiah 03-11-17 Banjarmasin
9 Saifullah 03-11-17 Cirebon
10 Lilik Yuniati 03-11-17 Madiun
* Jumlah Terjual : 21555 Botol
 

Pola Makan Seimbang Efektif Cegah Diabetes

19-Jul-2013

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Riau (Unri), Prof Dr Jazil Karimi, mengungkapkan bahwa pola makan seimbang yang dibarengi kegiatan olah raga secara teratur, efektif mencegah penyakit diabetes mellitus (DM).

"Kadar gula darah di dalam tubuh manusia akan dapat terkendali bila dibarengi dengan budaya makan seimbang dan berolah raga secara teratur," kata Prof Jazil, pada simposium tentang penyakit dalam yang diselenggarakan Perhimpunan Serikat Indokrim (Perkemi), di Medan, Minggu (1/4).

Gaya hidup tidak sehat dan kebiasaan makan yang buruk, menurutnya, justru rentan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh manusia.

Berdasarkan hasil penelitian, diet yang tinggi serat dan rendah lemak dengan jumlah minimum lemak jenuh dapat mengendalikan kadar gula darah.

Lebih lanjut Jazil mejelaskan, hingga kini masih banyak pasien DM tahap dua yang kadar gula darahnya sulit mendekati batas normal, meski pasien yang bersangkutan disiplin mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter.

Hal ini terjadi disebabkan beberapa faktor, di antaranya pasien kurang disiplin dalam menjalankan budaya makan seimbang dan belum konsisten berolahraga secara rutin atau minimal tiga kali dalam satu minggu.

Selain itu sosialisasi tentang pencegahan penyakit diabetes mellitus (DM) masih belum maksimal dilaksanakan di tengah masyarakat. "Penderita DM seharusnya mampu membangun budaya makan seimbang dan berolahraga teratur," ujarnya.

Pola makan seimbang dan disiplin berolah raga, lanjut dia, juga efektif menghindari kegemukan dan penyakit degeneratif yang akan muncul di usia produktif.

Disebutkannya, diabetes berawal dari kegagalan sistem tubuh, seperti hati, otot dan jaringan lemak untuk mengambil dan memanfaatkan glukosa atau gula darah menjadi sumber tenaga.

Dalam keadaan yang disebut resistensi insuli (RI) ini, sel pankreas berusaha meningkatkan produksi hormon insulin agar kadar glukosa tidak meningkat.

Namun lama kelamaan sel pankreas menjadi loyo dan produksi insulin akan menurun, sehingga kadar glukosa mulai meningkat.

Diagnosis diabetes dapat ditegakkan bila kadar glukosa saat puasa di atas 126 mili gram (Mg) per per deci liter (Dl) dan dua jam setelah makan atau setelah beban 75 gram glukosa diatas 200 Mg/Dl.

Penelitian epidemiologi membuktikan bahwa ada peluang waktu 10-12 tahun sejak munculnya RI sampai terjadi diabetes. "Selama fase yang disebut prediabetes ini seharusnya dimanfaatkan untuk upaya pencegahan," ujar Jazil.

Simposium yang diikuti seratusan orang dokter tersebut juga menghadirkan pakar di bidang penyakit dalam dari Universitas Sumatera Utara (USU), di antaranya Dr Dharma Lindarto SpPD, KEMD.

 

http://www.gatra.com/lifehealth/sehat-1/10846-pola-makan-seimbang-efektif-cegah-diabetes.html

 

 

Berita / Artikel Lainnya :