Kontak Customer Service

10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Lutfi Hamidi 17-10-17 Jakarta
2 Irwan Wijaya 17-10-17 Pekanbaru
3 Titin 10-10-17 Cirebon
4 Adeline Alberta 10-10-17 Jakarta
5 Utiyah 06-10-17 Cirebon
6 Thamrin Ali 06-10-17 Gorontalo
7 Ibu Puspa 05-10-17 Kendari
8 Muhibbin 04-10-17 Semarang
9 M Cholil 03-10-17 Bantul
10 Utiyah 01-10-17 Cirebon
* Jumlah Terjual : 21418 Botol
 

Potensi Buah Mengkudu Sebagai Obat Kanker

17-Nov-2013

Potensi Buah Mengkudu Sebagai Obat Kanker
Mengkudu (Basa Aceh: keumeudee, Jawa: pace, kemudu, kudu); cengkudu (Sunda), kodhuk (Madura), tibah (Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah Noni (bahasa Hawaii), Nono (bahasa Tahiti), Nonu (bahasa Tonga), ungcoikan (bahasa Myanmar) dan Ach (bahasa Hindi).

Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.

Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Mengkudu (keumeudee) karena itu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan. (Bangun, 2002)

Buah mengkudu mengandung berbagai senyawa yang penting bagi kesehatan. Hasil penelitian membuktikan bahwa buah mengkudu mengandung senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain kandungan nutrisinya yang juga beragam seperti vitamin A, C, niasin, tiamin dan riboflavin, serta mineral seperti zat besi, kalsium, natrium, dan kalium.

Beberapa jenis senyawa fitokimia dalam buah mengkudu adalah terpen, acubin, lasperuloside, alizarin, zat-zat antrakuinon, asam askorbat, asam kaproat, asam kaprilat, zat-zat skopoletin, damnakantal, dan alkaloid.

Senyawa turunan antrakuinon dalam mengkudu antara lain adalah morindin, morindon dan alizarin, sedangkan alkaloidnya antara lain xeronin dan proxeronin (prekursor xeronin). Xeronin merupakan alkaloid yang dibutuhkan tubuh manusia untuk mengaktifkan enzim serta mengatur dan membentuk struktur protein.

Komposisi kimia buah mengkudu dalam 100 g bagian yang dapat dimakan:

    Air                : 89,10%
    Protein          : 2,90%
    Lemak          : 0,60%
    Karbohidrat : 2,20%
    Serat             : 3%
    Abu              : 1,20%
    Lain-lain       : 1%

Sumber: Jones (2000)

Kandungan nutrisi dalam 100 g buah mengkudu :

    Kalori                  : (kal) 167
    Vitamin A           : (IU) 395,83
    Vitamin C            : (mg) 175
    Niasin (mg)          :  2,50
    Tiamin (mg)         : 0,70
    Riboflavin (mg)   : 0,33
    Besi (mg)             : 9,17
    Kalsium (mg)       : 325
    Natrium (mg)       : 335
    Kalium (mg)        : 1,12
    Protein (g)           : 0,75
    Lemak (g)            : 1,50
    Karbohidrat (g)   : 51,67

Sumber: Jones (2000).


Berbagai penelitian telah membuktikan adanya aktivitas antibakteri dari mengkudu. Acubin, lasperuloside dan alizarin serta komponen antrakuinon lainnya terbukti mempunyai aktivitas antibakteri. Komponen-komponen tersebut dapat menghambat berbagai bakteri seperti P. aeruginosa, Proteus morgaii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, E. coli, Salmonella, dan Shigela serta dapat digunakan sebagai obat pada infeksi kulit, flu (batuk), dan demam yang disebabkan oleh bakteri. Ekstrak buah matang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa, M. pyrogenes, dan E coli.
 
Sumber : Dari Berbagai Sumber

 

 

Berita / Artikel Lainnya :