10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Herni 15-06-17 Bekasi
2 Ibu Utiyah 14-06-17 Cirebon
3 Ibu Yuni 14-06-17 Jakarta
4 Aryadhana 12-06-17 Denpasar
5 Nenden Herlina 12-06-17 Cirebon
6 Adeline Alberta 09-06-17 Jakarta
7 Basir 05-06-17 Jakarta
8 Hanifah 02-06-17 Bekasi
9 Surbakti 30-05-17 Banjar
10 Rumpoko 30-05-17 Jember
* Jumlah Terjual : 21018 Botol
 

Tak Perlu Ragu Makan Mengkudu

04-Nov-2013

Tak Perlu Ragu Makan Mengkudu
Mengkudu (Morinda citrifolia) cukup populer di kawasan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, dan Karibia. Tanaman obat ini semakin populer, setelah slogan back to nature digandrungi banyak orang. Tanaman yang konon berasal dari Polinesia ini, memang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan obat sejak zaman bahuela.

Dulu, khasiat tanaman ini memang tidak pernah diuji secara medis, tapi secara empiris, khasiat tanaman ini sudah dibuktikan oleh banyak orang. Kini, setelah sejumlah ahli kesehatan meneliti tanaman ini, diketahui bahwa seluruh bagian tanaman ini, dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, seperti: bagian akar dapat dimanfaatkan untuk mengobati kejang-kejang; tetanus; cacingan; demam, dan menstabilkan tekanan darah, bagian kulit batang yang dapat dimanfaatkan sebagai tonikum, antiseptik untuk mengobati borok dan luka, menyembuhkan demam; malaria; disentri; dan eksim, bagian daun yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati disentri, kejang usus, pusing, pegel-linu, sakit perut, sakit pinggang, sakit setelah melahirkan, kencing manis, masuk angin, muntah, demam, luka bernanah, dan menstabilkan tekanan darah, bagian buah yang bisa dimanfaatkan sebagai obat peluruh urine, urus-urus, batuk, radang amandel, sakit lever, eksim, cacar air, beri-beri, sembelit, kejang, pelembut kulit, peluruh haid, bengek, cacingan, gangguan pernapasan, dan radang selaput sendi, dan bagian bunga yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati radang selaput mata, bisul, kudis, sakit kerongkongan, dan batuk.

Zat-zat nutrisi yang terkandung dalam mengkudu antara lain, protein, mineral, vitamin, zat besi, dan zat kapur. Zat-zat yang terkandung dalam mengkudu ini, tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia akan zat-zat ini. Selain itu, mengkudu juga mengandung zat-zat aktif seperti terpenoid, antibakteri, antikanker, pewarna alami, dan asam. Zat-zat aktif ini, terbukti mampu membantu tubuh dalam mengatasi masalah pencernaan, gangguan jantung, mematikan bakteri infeksi, penyembuhan penyakit pilek; demam; dan infeksi kulit, dan pemulihan sel-sel tubuh.

Berbagai penelitian dilakukan oleh para ahli untuk menguak rahasia kehebatan mengkudu. Dr. Nelson Rivers (seorang dokter farmasi dari California) pada tahun 1996, meneliti mengkudu, hasil penelitiannya menunjukan bahwa mengkudu mempunyai khasiat untuk meningkatkan proses penyerapan zat-zat nutrisi, meningkatkan kinerja kelenjar tubuh, mengatasi tumor, dan mengatasi kulit yang terbakar. Di tahun yang sama, Dr. Steven M. Hall, M.D. (wakil dari Lembaga Konsumen Keluarga Amerika Serikat) menyatakan bahwa mengkudu mempunyai khasiat untuk mengurangi rasa letih, menormalkan gula darah, menormalkan siklus haid, mengurangi nyeri syaraf, dan memperkuat system imunitas tubuh. Inti dari semua penelitian tersebut adalah mengkudu merupakan tanaman obat yang kaya manfaat dan hampir semua bagian mengkudu dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat.

Setelah berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengkudu adalah tanaman obat yang kaya manfaat, sejumlah perusahaan berbondong-bondong mengolah mengkudu menjadi berbagai produk komersial. Nama mengkudu pun seeera melejit di bursa nasional sebagai komoditas yang berharga. Jika pada tahun 1999, omzet bisnis mengkudu di Indonesia mencapai Rp 1,5 milyar, maka pada tahun 2001, omzet bisnis mengkudu berubah menjadi Rp 40 milyar, dan di seluruh dunia, omzet bisnis mengkudu ini, mencapai 500 juta dollar AS! Hal ini menunjukkan bahwa berbagai olahan mengkudu laris di pasaran, karena manfaat yang bisa diperoleh dari mengkudu begitu besar.

Referensi: Khasiat dan Manfaat Mengkudu/Dr. A.P. Bangun, MHA dan B. Sarwono/AgroMedia Pustaka/Oktober 2002/cetakan ketiga

 

 

Berita / Artikel Lainnya :