10 Pembeli Terakhir

No. Nama Tanggal Kab Kota
1 Sutanto 26-08-16 Tangerang
2 Bp.Alberto 26-08-16 Makassar
3 Bu.Ernik 25-08-16 Tuban
4 Bp.Prananto 25-08-16 Surabaya
5 Elly Tjandra 23-08-16 Pontianak
6 Sukrin 23-08-16 Bima
7 Ibu Nina 22-08-16 Denpasar
8 Ibu Yuni 22-08-16 Jakarta
9 Adeline Alberta 19-08-16 Jakarta
10 Ibu L Soegiharto 18-08-16 Jakarta
* Jumlah Terjual : 19478 Botol
 

Waspada, Tekanan Darah Tinggi Bisa Turunkan Fungsi Otak

16-Oct-2013

Waspada, Tekanan Darah Tinggi Bisa Turunkan Fungsi Otak
Tekanan darah tinggi alias hipertensi identik dengan penyakit jantung. Tapi sebuah studi baru mengungkapkan bahwa hipertensi, terutama pada arteri yang menyuplai darah ke kepala dan leher dapat dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif otak. Tim peneliti dari Australia mengatakan bahwa penderita tekanan darah tinggi di arteri atau pembuluh darah sentral, termasuk aorta dan arteri karotis (pembuluh yang memasok darah ke bagian leher dan kepala) mempunyai skor tes pemrosesan visual yang lebih rendah, termasuk kecepatan berpikir lebih lambat alias lelet dan kemampuan rekognisi (mengenali sesuatu) yang lebih buruk.

Biasanya pengukuran tekanan darah diambil dari arteri brachial di lengan, tapi ternyata mengamati kondisi arteri sentral bisa jadi cara yang lebih sensitif untuk menilai kemampuan kognitif seseorang. Sebab arteri sentral mengendalikan aliran darah ke otak secara langsung, Jadi jika kita dapat memperkirakan tekanan darah di arteri sentral, maka kita dapat memprediksi fungsi kognitif dan penurunan kognitif yang mungkin saja terjadi pada seseorang.

Dalam studi tersebut, Pase dan rekan-rekannya mengamati yang manakah dari pengukuran tekanan darah yang dilakukan dari lengan dengan arteri sentral yang memiliki keterkaitan kuat dengan kemampuan kognitif seseorang. Dalam hal ini peneliti melibatkan 493 partisipan asal Australia berusia 20-82 tahun. Sebagian besar peneliti merupakan ras Kaukasia dan bukan perokok yang tidak memiliki riwayat stroke ataupun demensia.

Kemudian partisipan diminta melakukan sejumlah tugas untuk mengukur berbagai jenis kemampuan kognitif seperti pemrosesan visual, daya ingat, kemampuan rekognisi (mengenali sesuatu) dan kecepatan memproses informasi. Tak lupa peneliti juga mengukur tekanan darah partisipan baik dari lengan maupun arteri sentral. Hasilnya, tekanan darah tinggi pada arteri brachial dikaitkan dengan performa dalam tes pemrosesan visual yang lebih buruk. Namun tekanan darah tinggi pada arteri sentral dikaitkan dengan buruknya perfoma pada tes-tes kognitif lainnya, termasuk pemrosesan visual, rekognisi dan kecepatan memproses informasi.

"Hal ini menunjukkan bahwa tekanan darah sentral merupakan alat prediksi yang lebih sensitif terkait penuaan kognitif," simpul Pase seperti dilansir Foxnews, Minggu (2/6/2013). Pase menduga seiring dengan bertambahnya usia seseorang maka arteri utamanya mengencang dan dengan elastisitas yang semakin berkurang, otak menerima lebih banyak darah yang tekanannya tinggi, yang pada akhirnya dapat merusak kemampuan kognitif otak.


Menomalkan Tekanan Darah
Buah mengkudu memiliki kandungan sejenis fitonutrien, yang fungsinya untuk meperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Hal ini tentu akan berefek pada jantung yang tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah sehingga tekanan darah menjadi normal. Ahli lain dari Universitas Stanford, Universitas Hawaii, University of California (UCLA), Union College of London, Universitas of Meets di Perancis juga telah mempelajari mengkudu dan setuju bahwa tanaman ini sangat berperan penting dalam menurunkan tekanan darah dalam banyak kasus. Untuk itu bagi anda yang memiliki masalah mengenai tekanan darah, dapat mengkonsumsi mengkudu ini sebagai obat alami untuk menyembuhkan masalah tekanan darah.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :